Karnaval Day, How Busy Team 394 Was
Ahad, 18 Agustus, tepat di hari ke-22 pelaksanaan KKN SISDAMAS oleh kelompok 394, kegiatan utama di hari ini yaitu ikut serta dalam karnaval perayaan 17 Agustus-an se-Kecamatan Kasomalang. Pada pagi hari, para anggota mengawali kegiatan dengan mempersiapkan anak-anak yang akan menjadi model dalam karnaval, baik mempersiapkan kostum yang akan dikenakan maupun menghias anak perempuan dengan make-up. Sebagaimana kostum yang telah dipersiapkan, anak perempuan akan mengenakan kostum baju adat dayak dengan menggunakan hijab, sementara anak laki-laki akan mengenakan kostum gatot kaca. Kostum berbahan dasar kardus tersebut sudah sangat siap dan telah disulap menjadi kostum yang keren dan unik, sungguh sebuah karya kreatif oleh kelompok 394.
Pada pukul 13.30 WIB, para anggota pun bergegas ke tempat pelaksanaan karnaval. Walaupun sebenarnya kegiatan karnaval ini sudah dimulai sejak pagi hari, namun karena rombongan desa sindangsari terjadwal di urutan 7, maka jam 13.30 adalah waktu start dari rombongan tersebut. Dan ternyata, kegiatan karnaval itu akan dinilai oleh panitia karnaval kecamatan setempat. Ini benar-benar sebuah acara yang sangat prepared.
Pada acara karnaval, masing-masing desa menampilkan pertunjukkan atau kesenian. Para anggota KKN 394 pun menjadi pemegang papan pengenal identitas dari masing-masing barisan, seperti barisan aparat desa, drum band dari satu sekolah, perwakilan siswa dan siswi SD yang ada di Desa Sindangsari, ibu-ibu PKK, dan ibu-ibu pengajian. Kelompok-kelompok tersebut perjabab secara berurutan dengan dipimpin oleh para anggota 394. Sementara anak siswi yang menjadi model, memakau kostum adat dayak didampingi oleh saudari Yualinta, berjalan di salah satu barisan tersebut.
Karnaval dalam rangka 17 Agustus tersebut berlangsung selama kurang lebih 1 jam. Sebuah durasi yang lumayan pendek tapi sangat memorable. Perjalanan yang ditempuh oleh kelompok 394 juga rombongan desa masing-masing menuju ke Kecamatan Kasomalang. Para anggota kelompok 394 pun mengaku sangat senang karena bisa menjadi bagian dari karnaval tersebut, sebuah pengalaman yang mungkin hanya sekali seumur hidup namun sangat banyak insight baru yang didapatkan.

Comments
Post a Comment